Friday, April 12, 2013

Tausiah Pengajian: Istiqamah


ISTIQOMAH

Catatan Pengajian Ahad Pagi, 14 Oktober 2012
Oleh : Ustadz Arrozy Hasyim

Pengajian hari ini merupakan pengajian tematik membahas tentang Istiqomah.
Berdasarkan Q.S. Fussilat 30.
Bismillahirrohmaanirrohiim
Innallazina qooluu Robbunallaahu tsummas taqoomu tatanazzalu ‘alaihimul Malaaikatu Alla takhofuu walaa tahzanuu wa absyiruu bil Jannatillatii kuntum tuu ‘aduun
(Q.S. 41/30)

Penjelasan:

Robbunallaahu terjemahannya adalah Tuhan kami adalah Allah.

Menerima Allah sebagai Rabb berarti meyakini sepenuh hati bahwa Dia adalah Sang Pengatur, Sang Penentu atau Sang Penggerak. Sedangkan  Allah sebagai Ilah artinya Allah sebagai Tuhan yang Wajib Disembah, Dicintai dan Wajib Diingat.

Dalam mengatur dan menggerakkan alam semesta (termasuk manusia), maka Perintah dari Allah ada yang sifatnya Alami (Amrun Kauni), seperti secara fisik   air yang bersifat membasahi, api yang bersifat membakar, air menyuburkan tumbuhan, dan lainnya. Begitu juga secara non fisik adanya kesusahan membuat kita bersedih, sebaliknya dengan kegembiraan kita merasa senang. Inilah yang terkandung dalam kalimat “kun fa-yakun”. Adapula perintah yang sifatnya Syar’i (Amrun Syar‘i) seperti perintah Salat, berpuasa, berzakat dan berhaji bagi yang mampu.

Pemahaman terhadap Perintah-perintah Allah yang bersifat alami itu membuahkan keyakinan bahwa semuanya hanya terjadi dengan izin Allah. Adapun  yang bersifat Amrun Syar’i maka itulah yang harus kita kerjakan manakala kita menyatakan bahwa Tuhan kami adalah Allah, sebagai konsekuensi kita bertuhan. Kita berharap apa yang kita kerjakan sesuai dengan tuntunanNya, kehendakNya, dan kita berharap semoga Allah Ridho dengan apa yang kita kerjakan.

Kita pun ridho Allah sebagai Robb, yaitu menerima Allah sebagai Tuhan Sang Penentu semua peristiwa. Terkadang kita merasa sakit, senang, baik, buruk dsb. Sebenarnya, Allah tidak pernah melakukan sesuatu yang ‘Buruk’ untuk hambaNya, meskipun secara zahir terlihat buruk. Sebagai contoh, ada seseorang yang menjadi lebih baik lagi setelah ia mendapat penyakit atau musibah. Begitu juga banyak orang yang menjadi lebih sukses karena kegagalan. Ternyata penyakit dan kegagalan mengajarkan dirinya agar lebih cermat dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, Nabi  Saw bersabda:

كُلُّ أَمْرُ اْلُمؤْمِنِ خَيْرٌ إِذَا َأصَابَهُ خَيْرُ شَكَرَ وَإِذَا َأَصَابَهُ شرٌّ صَبَرَ

Semua urusan orang beriman itu baik.  Apabila mendapatkan yang baik, maka ia mensyukurinya. Apabila mendapatkan yang buruk, maka ia bersabar. (HR. Muslim)
Hadis ini merupakan dalil bahwa jangankan di sisi Allah, bahkan pada diri orang yang beriman pun segala urusan dianggap baik, apalagi  di sisi Allah.

Untuk itu dianjurkan untuk membaca doa pagi dan petang sbb. :
Rodhituu billahi robba wabil islami diina wabi muhammadin nabiyyau warosuula.

Istiqamah

Setelah mengikrarkan bahwa Tuhan kami adalah Allah, dilanjutkan dengan Tsummas taqoomu yang artinya kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka.

Itulah yang dimaksud dengan Istiqomah, yaitu perjuangan untuk tetap bertahan supaya tidak salah memikirkan Tuhan, dan mempertahankan rasa bertuhan bahwa Allahlah penggerak dan pengatur segala sesuatu.

Istiqomah itu ada 2, yaitu :
  • Istiqomah Qolbii, secara hati
    • Istiqamah qalbi berarti terus menerus menjaga perasaan agar berbaik sangka kepada Allah dan melakukan Zikrullah, yaitu mengingat Allah dengan hati dan lisan.
    • Zikir merupakan penetral paling hebat, jika kita sedang merasa tidak stabil dalam ibadah, perasaan tidak tenang atau perasaan sedih yang berlebihan karena suatu masalah duniawi, maka janganlah kita mempertanyakan kenapa Allah menjadikan ini untuk kita, tetapi segeralah berzikir sesegera dan sebanyak mungkin, Insya Allah semua akan ternetralisasi.
  • Istiqomah ‘Amalii, secara perbuatan
    • Kita melakukan amalan yang terus menerus, dan tetap bertahan untuk stabil, walaupun amalan tersebut sedikit.
    • Tetapi dengan berjalannya waktu kita berharap amalan yang kita lakukan semakin bertambah, dari segi kuantitas maupun kualitas.
Buah Istiqamah

Lanjutan ayatnya adalah tatanazzalu ‘alaihim malaaikatu, yang artinya akan turun kepada mereka (yang Istiqomah) malaikat-malaikat. Merupakan malaikat pengiring seseorang yang Istiqomah, sebagai buah atau ganjaran bagi orang-orang yang berusaha teguh menjaga perasaan kepada Allah. Secara lahiriah akan terlihat orang tersebut lebih tenang, karena merasa dekat dengan Allah dan Insya Allah doanya diijabah Allah swt. Selanjutnya para malaikat akan membisikkan kepada mereka allaa takhoofuu wa laa tahzanuu, janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih. Malaikat akan membisikkannya untuk orang-orang yang Istiqomah. Subhanallah..

Di akhir ayat ditutup dengan hadiah yang menggembirakan wa absyiruu bil jannatillatii “kuntum tuu’aduun”, dan gembirakanlah mereka dengan (memperoleh) syurga “yang dijanjikan Allah kepadamu”. Ternyata Allah menjanjikan Syurga bagi orang-orang yang Istiqomah... Amin.

Kesimpulan

  1. 1)   Allah memuliakan orang-orang yang istiqamah dengan mengutus para malaikat “pelindung dan penghibur” kepada mereka.
  2. 2)   Malaikat-malaikat tersebut akan menghibur dan menguatkan hati orang yang istiqamah ketika menghadapi persoalan duniawi
  3. 3)   Malaikat-malaikat tersebut juga mengabarkan berita gembira untuk orang yang istiqamah, bahwa Allah menjanjikan surga untuk mereka.
  4. 4)   Ada dua istiqamah, yaitu qalbi dan amali.


No comments:

Post a Comment